Us, A Year Later

Pertama kali merencanakan memulai Kawung Living, kami tidak pernah membayangkan untuk melewati tahun pertama. Kami mulai aktif memasarkan produk kami di bulan Oktober 2014, tetapi kami memulai pengumpulan ide, konsep, desain, dll, di sekitar pertengahan tahun lalu. Kami ingat bulan puasa tahun lalu kami memulai proses produksi kecil-kecilan dengan rencana seadanya dan modal nekat yang membara. Setelah itu, kami mulai melakukan banyak planning dan berbenah diri ketika memasuki awal tahun 2015. Banyak dari rencana kami yang tidak berjalan lancar, ada rencana yang tidak kunjung selesai karena keterbatasan waktu, ataupun berbelok haluan karena tiba-tiba ada hal yang lebih praktis dijalankan.

Produk Mini Cushion kami adalah salah satu contohnya. Pada awalnya kami berniat membuat bantal travel yang praktis dibawa kemana-mana. Rencana kami terlihat sangat sophisticated di awal, design reversible menggunakan kain waterproof dan sedikit sentuhan kain Indonesia sebagai aksen. Pembuatan bantal travel ini didasari karena Liza yang memang hobi travelling ingin membuat produk kami sebagai alternatif bantal travel yang banyak beredar di pasaran. Kami memulai research dengan semangat, mulai dari material yang digunakan, dimensi, dan lainnya. Sayang, rencana tersebut ternyata membutuhkan banyak waktu dalam pembuatannya. Sehingga kami berbelok haluan dan mulai mencari alternatif kain yang cenderung tidak panas untuk dijadikan bantal kecil dalam kebutuhan sehari-hari. Pilihan kami jatuh kepada beberapa kain katun jepang yang memang memiliki tekstur yang lembut dan cenderung dingin. Karena harganya yang ekonomis dan banyak menggunakan pattern bunga yang universal, koleksi ini sold out dalam waktu relatif singkat.

Dari pengalaman-pengalaman tersebut, kami belajar banyak hal, mulai dari hal-hal yang bersifat professional bisnis, maupun cara berdisiplin dengan diri sendiri. Terutama cara berkompromi dengan sifat ‘banyak mau’, maupun time management. Waktu memang selalu menjadi kendala terbesar dalam perkembangan bisnis kami, karena kami sendiri masih memiliki full time job dan masih menjalankan bisnis ini berdua. Liza bekerja di Cirebon sebagai credit analyst di salah satu bank nasional, sedangkan saya bekerja sebagai engineer di salah satu engineering consultant di Jakarta. Dalam menjalankan Kawung Living sendiri kami masih menggunakan jasa outsource untuk beberapa pekerjaan, sisanya kami kerjakan sendiri. Setelah pulang kantor ataupun di waktu weekend, kami memilih menyibukkan diri sendiri di antara lautan bantal :P Kami masih memotong kain sendiri, mengisi dan menjahit insert sendiri, memakaikan label, posting di social media, memasukkan produk satu persatu ke website, melayani customer, dan masih banyak hal lain yang kami kerjakan sendiri.

Ketika mengadakan bazaar/pop up store pun, kami biasanya hanya dibantu teman-teman dan saudara yang berbaik hati kami repotkan membawa bantal-bantal (yang tidak se-ringan kelihatannya) ataupun menyusun rak-rak (yang tidak semudah di kertas instruksi). Kalau ditanya alasannya, mungkin kami merasa belum mampu mempekerjakan orang lain kalau belum benar mengurus diri sendiri. Alasan lainnya mungkin untuk menekan beberapa cost, karena tujuan utama kami semula membuat brand ini adalah membuatnya affordable untuk berbagai kalangan.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dari diri sendiri maupun layanan kami. Kalau melihat perkembangan brand sejenis yang sama-sama menginjak umur 1 tahun, rasanya perkembangan kami masih tergolong lambat. Tapi perjalanan kami masih panjang dan kami masih ingin terus belajar dan berbenah. Kami selalu mencatat hal-hal yang ingin kami perbaiki dan ternyata list-nya semakin banyak dan menumpuk :))

Tengah tahun 2015 ini mungkin akan menjadi awal yang baik untuk memulai banyak hal baru untuk brand ini. Kepada teman-teman baik dan para pelanggan yang murah hati, kami ingin berterima kasih sedalam-dalamnya. Kami masih ada di sini berkat dukungan dan kebaikan hati kalian semua. Doakan kami semakin bersemangat untuk semakin maju ke depannya. Memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan, kami mendoakan yang terbaik untuk kalian semua. Sekaligus ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan kata maupun perbuatan yang pernah kami perbuat. Selamat Hari Raya Idul Fitri, selamat beribadah sebaik-baiknya, selamat bersenang-senang di kehidupan :)

Love,

Liza & Prisanti

2 replies on “Us, A Year Later

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.